Wabup Kukar Serahkan Bantuan Sarana Perikanan ke Nelayan Desa Sangkuliman

ilustrasi/ist

KOTA BANGUN — Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, mengunjungi Desa Sangkuliman di Kecamatan Kecamatan Kota Bangun pada Rabu (8/10/2025) untuk menyalurkan bantuan sarana perikanan kepada para nelayan setempat.

Data dan Konteks Wilayah

  • Kecamatan Kota Bangun — tempat Desa Sangkuliman berada — tercatat memiliki 1.807 nelayan menurut data terbaru dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kukar.
  • Kabupaten Kutai Kartanegara, secara umum, memiliki potensi sektor perikanan yang besar, baik dari segi tangkap maupun budidaya; pada 2022, produksi perikanan di Kukar mencapai sekitar 82.400 ton.
  • Pemerintah melalui program Kukar Idaman telah menjadikan pemberdayaan nelayan sebagai salah satu fokus utama — bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendukung ketahanan ekonomi wilayah.

Maksud dan Harapan Program

Menurut Rendi, bantuan sarana perikanan ini menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung produktivitas ekonomi nelayan/pesisir. “Dukungan pemerintah bukan hanya soal pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga penyediaan alat produksi yang bisa langsung digunakan warga,” ujarnya.

Rendi menambahkan bahwa dengan hadir langsung di desa, pemerintah bisa membangun dialog terbuka dengan masyarakat: memeriksa secara langsung kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi warga. Hal ini dianggap penting agar bantuan bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, Rendi memberi pesan tegas: bantuan harus diterima oleh kelompok nelayan / kelompok usaha bersama (KUB) yang memiliki kapasitas memanfaatkan dan merawat sarana tersebut. “Agar alat bantu ini tidak terbengkalai,” katanya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya monitoring jangka panjang agar efek sosial dan ekonomi dari bantuan benar-benar terasa. Bantuan, menurut Rendi, bukanlah akhir — melainkan awal dari proses pemberdayaan berkelanjutan.

Konteks Program Kukar Idaman

Program Kukar Idaman — yang dirancang dalam RPJMD 2021-2026 — tak hanya menargetkan nelayan dan perikanan, tetapi juga berbagai aspek pembangunan desa seperti layanan air bersih, infrastruktur dasar, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat (petani, nelayan, UMKM).

Sebelumnya, pada 2023, Rendi Solihin pernah menyerahkan bantuan berupa perahu fiber dan mesin kepada kelompok nelayan di kecamatan lain melalui program ini. Bantuan tersebut mencakup upaya memperkuat sektor perikanan untuk menjangkau lebih banyak nelayan produktif.

 Harapan dan Tantangan ke Depan

Dengan bantuan sarana perikanan di Desa Sangkuliman:

  • Diharapkan produktivitas tangkap atau budidaya nelayan setempat meningkat, sehingga bisa menopang perekonomian keluarga dan komunitas.
  • Pemerintah berharap adanya kesinambungan — bukan hanya sekali bantuan, tetapi juga pendampingan agar alat selalu terpelihara dan digunakan sesuai tujuan.
  • Jika berhasil, program ini bisa menjadi model pemberdayaan nelayan/pesisir di desa-desa lain di Kukar.

Namun, tantangannya tetap nyata: memastikan distribusi tepat sasaran, penerimaan oleh kelompok yang tepat, pendampingan teknis, dan komitmen nelayan dalam merawat sarana. [zak/adv prokom]

Print Friendly, PDF & Email