Dugaan Pelecehan di SMK Samarinda, Korban Lebih dari Satu

Ilustrasi/Siswa belajar dengan duduk di lantai di SMU Negeri Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (5/1). Proses belajar mengajar seperti ini telah berlangsung sejak tahun ajaran baru 2014-2015 akibat belum mendapatkan bantuan sarana belajar berupa meja dan kursi dari pemerintah setempat. ANTARA FOTO/M Rusman/Rei/ama/15.

Samarinda –Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru di salah satu SMK di Samarinda menjadi perhatian publik. Informasi yang beredar menyebut dugaan tindakan tersebut telah berlangsung sejak lama atau beberapa tahun terakhir.

Oknum guru tersebut diduga melakukan pendekatan terhadap sejumlah siswi, khususnya yang dinilai memiliki persoalan kurang perhatian dari orang tua. Modus yang disebut berupa bujuk rayu hingga terjadi relasi yang tidak semestinya antara guru dan murid.

Jumlah korban disebut lebih dari satu orang. Bahkan, beredar informasi bahwa salah satu korban saat ini tengah hamil tujuh bulan. Beberapa korban kini telah mendapatkan pendampingan dari TRC PPA Kaltim untuk penanganan lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.

“Tim sudah turun, masih nunggu laporan resmi,” ujarnya saat dihubungi gerbangnusantaranews.id, Minggu (15/2/2026).

Hingga kini, Disdikbud Kaltim masih menunggu laporan resmi sebagai dasar proses lanjutan. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan peserta didik serta keamanan lingkungan pendidikan. (GA/GN – Sumber Gerbang Nusantara)

Print Friendly, PDF & Email