KUKAR – Bupati Kukar Aulia Rahman bilang penentuan batas wilayah antara IKN dan Otorita, desa/kelurahan yang masuk kawasan IKN, selama belum ada kepres, Pemkab Kukar tetap bertanggungjawab memberikan pelayanan publik.
Hal tersebut ia tegaskan, karena menurutnya peralihan suatu wilayah yang berada pada suatu daerah dilaksanakan setelah ditetapkannya Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota.
”Karena Kepres terkait pemindahan ibu kota negara itu belum ditetapkan sehingga secara kewilayahan daerah ini (Kukar-red) masih menjadi tanggung jawab wilayah Pemerintahan Kabupaten Kukar, ” ujar dr. Aulia saat Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) lakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama penegasan batas wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) bertempat di Multifunction Hall, Kantor Kemenko 3 Tower 2, KIPP IKN, Selasa (21/10/2025).
Aulia bilang Pemerintahan daerah Kabupaten Kukar akan turut mempersiapkan proses peralihan atau transformasi kewilayahan tersebut, dimana walaupun dalam proses peralihan tersebut Pemkab Kukar memastikan setiap proses pelayanan publik, dan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
”Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi peralihan ini, Pemerintahan Daerah Kabupaten Kukar itu masih berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang berada di wilayah Samboja, Samboja Barat, Muara Jawa, sebagian Loa Janan, sebagian Loa Kulu, jadi menurut hemat kami ya ini hanya bagian dari langkah kita untuk menuju ke pemerintah daerah khusus nantinya,” pungkasnya.
Kepala OIKN M. Basuki Hadimuljono dalam arahnya saat membuka kegiatan mengapresiasi tim teknis yang telah bekerjasama selama ini, sehingga penandatangan kesepakatan bersama terkait batas wilayah bisa dilaksanakan.
”Kami atas nama Otorita mengucapkan terimakasih kepada seluruhnya, terutama tim teknis yang telah bekerja keras untuk memetakan batas-batas wilayah ini, karena ini tidak gampang, karena menyatukan kepentingan, menyatukan persepsi yang berbeda-beda, namun akhirnya kita bisa menyepakati bersama, ” ucap M. Basuki Hadimuljono. [zak/adv prokom]






