TENGGARONG — Di antara puing-puing bangunan yang hangus terbakar, dua tubuh kecil ditemukan dalam posisi saling berpelukan. Ahmad, 7 tahun, dan Husen, 3 tahun, kakak beradik yang ditemukan petugas di tengah sisa kebakaran di Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Rabu dini hari, 14 Oktober 2026.
Malam itu, api melalap permukiman padat penduduk di Jalan Kartini. Ketika kobaran mulai mereda, harapan untuk menemukan kedua anak tersebut masih ada. Namun, pencarian yang dilakukan petugas berakhir dengan pemandangan memilukan.
Sekitar pukul 02.00 Wita, setelah menyisir puing-puing selama kurang lebih 30 menit, petugas menemukan Ahmad dan Husen. Keduanya berada dalam posisi saling berpelukan.
Informasi awal yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kedua anak itu diduga berada di bawah kasur saat ditemukan. Namun, posisi pasti mereka saat ditemukan masih memerlukan konfirmasi dari petugas yang melakukan evakuasi.
Kedua bocah itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini disusun, kondisi terakhir keduanya belum diketahui secara pasti.
Api Membesar di Tengah Malam
Sebelum penemuan itu, kebakaran telah mengubah suasana malam di Gang Karya menjadi kepanikan.
Api mulai muncul sekitar pukul 23.45 Wita, Selasa, 13 Oktober 2026. Kobaran dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan di kawasan RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh.
Sedikitnya sembilan bangunan dilaporkan terbakar. Di tengah rapatnya permukiman, warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku mengendalikan api agar tidak merembet lebih jauh.
Sejumlah rumah dan bangunan sekolah di sekitar lokasi turut terancam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, mengatakan api berhasil dikuasai dalam waktu sekitar 45 menit berkat upaya tim gabungan.
“Api berhasil dikuasai dalam waktu 45 menit. Ada beberapa unit rumah dan sekolah juga hampir terbakar,” ujar Fida.
Namun, padamnya kobaran api bukan akhir dari malam panjang itu.
Setelah api terkendali, petugas menerima informasi dari warga bahwa dua anak diduga masih berada di dalam salah satu bangunan yang terbakar. Pencarian pun dilakukan ketika proses pendinginan masih berlangsung.
Di antara puing-puing yang tersisa, petugas akhirnya menemukan Ahmad dan Husen.
Sang Ayah Juga Terluka
Di balik kehilangan yang menyelimuti keluarga tersebut, Hamdi, ayah kedua anak itu, juga menjadi korban dalam peristiwa kebakaran. Ia mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong.
Hamdi diketahui memiliki riwayat stroke ringan dalam enam bulan terakhir. Kondisi kesehatannya menambah berat situasi yang harus dihadapi keluarga itu di tengah musibah.
Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terakhir Hamdi maupun kedua anaknya saat berita ini disusun.
Sementara itu, penyebab kebakaran yang menghanguskan sedikitnya sembilan bangunan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bagaimana api bermula dan menyebar di kawasan permukiman itu.
Malam di Gang Karya menyisakan puing, bangunan yang hangus, serta keluarga yang menunggu kepastian di tengah situasi sulit.
Di antara semua itu, penemuan Ahmad dan Husen dalam posisi saling berpelukan menjadi salah satu bagian paling memilukan dari kebakaran tersebut.
Dua kakak beradik itu ditemukan bersama, di tengah sisa bangunan yang dilalap api. Sebuah pemandangan yang meninggalkan duka mendalam, sekaligus mengingatkan betapa besar risiko yang dihadapi warga ketika kebakaran melanda permukiman padat penduduk.






