KUKAR – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin menegaskan komitmennya menjadikan sektor UMKM sebagai motor utama hilirisasi produk lokal. Langkah ini sejalan dengan target Pemkab untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan daerah.
Data Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan, Kukar memiliki lebih dari 23.000 pelaku UMKM aktif pada 2024, menjadikannya salah satu daerah dengan ekosistem usaha mikro terbesar di Kalimantan Timur. Melihat potensi tersebut, Pemkab Kukar memprioritaskan pengembangan UMKM melalui program hilirisasi yang terintegrasi.
“Untuk itu kita dorong Hilirisasi Produk Pertanian, Perkebunan, dan Kerajinan agar UMKM di Kukar bisa lebih maju,” terang dia, 28/10/2025.
Rendi menjelaskan pada 2025, fokus utama Pemkab adalah meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengolah produk lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Upaya yang dilakukan mencakup:
Inkubasi Bisnis UMKM
Pemkab menyiapkan program inkubasi untuk mencetak pelaku usaha baru yang memiliki kemampuan manajemen, pemasaran, dan inovasi produk. Dukungan juga diberikan kepada UMKM yang ingin naik kelas dari sektor produksi rumahan menuju industri skala kecil.
Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Izin Edar
Untuk memperluas akses pasar, Pemkab memastikan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dalam pengurusan sertifikat halal, P-IRT, dan izin edar BPOM. Dengan legalitas yang lengkap, produk lokal Kukar dapat menembus ritel modern hingga pasar nasional.
Pengembangan E-Commerce Lokal dan Kemitraan Nasional
Melalui kerja sama dengan berbagai platform digital, Pemkab mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan pasar online. Selain itu, Pemkab mengupayakan kemitraan dengan perusahaan dan jaringan ritel nasional untuk membuka jalur pemasaran lebih luas.
Pusat Pemasaran Produk Unggulan Desa
Pada 2025, beberapa kecamatan akan menjadi lokasi percontohan Pusat Pemasaran Produk Unggulan Desa. Fasilitas ini menjadi ruang promosi, penjualan, sekaligus kurasi produk-produk unggulan dari berbagai desa seperti kerajinan anyaman, hasil olahan perikanan, kopi lokal, madu kelulut, hingga beras organik.
“Hal tersebut tentu sejalan dengan Gerakan Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.
Rendi menjelaskan, penguatan UMKM ini sejalan dengan gerakan Kukar Idaman Terbaik, di mana Pemkab menempatkan sektor ekonomi rakyat sebagai pilar utama pembangunan. Program ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga sektor swasta.
Bupati Kukar Aulia Rahman menambahkan, bahwa hilirisasi produk lokal bukan hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil dan mandiri.
“UMKM adalah kekuatan ekonomi rakyat. Tugas pemerintah adalah memastikan produk lokal tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi, baik di pasar regional maupun nasional,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.
Dengan demikian, Pemkab kini dorong Kemandirian Ekonomi Daerah. Dengan hilirisasi yang kuat, Pemkab berharap UMKM mampu menjadi penopang ekonomi baru, sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan. Pemkab menargetkan peningkatan kontribusi sektor UMKM terhadap struktur ekonomi Kukar dalam lima tahun ke depan. [zak/adv prokom]






