SAMARINDA – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, menyoroti tantangan besar terkait pembangunan Pasar Pagi yang belum memiliki bocoran konsep yang jelas.
Angkasa mengingatkan bahwa waktu yang tersisa untuk pembangunan pasar tersebut sangat terbatas, mengingat target berakhirnya pada bulan November.
“Iya memang ini suatu hal yang harus dijadikan pertimbangan. Dari sisi waktu dan biaya, karena kalau dilihat ini berakhirnya November,” ujar Angkasa, Senin [19/2/2024].
Ia menekankan bahwa perubahan desain Pasar Pagi harus menjadi pertimbangan serius, terutama dalam hal pembiayaan dan penyesuaian waktu.
Angkasa juga mengekspresikan keraguan terkait kemungkinan melibatkan pihak ketiga dalam pembiayaan proyek ini. Menurutnya, dengan melibatkan ruko dengan Surat Hak Milik (SHM), hal ini dapat memperbesar tantangan baik dari segi waktu maupun biaya.
Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap keberlanjutan revitalisasi dengan kemungkinan adanya pihak ketiga yang akan masuk. [re/ADV/DPRD Kota Samarinda]






