PENAJAM PASER UTARA — Di tengah kehidupan yang semakin bergeser ke ruang digital, sebuah identitas bukan lagi sekadar kartu yang disimpan di dompet.
Identitas kini menjadi pintu masuk menuju berbagai layanan publik.
Namun, bagi sebagian masyarakat, beralih dari dokumen fisik menuju layanan digital bukan perkara sederhana. Ada yang belum memahami caranya. Ada yang terkendala akses. Ada pula yang belum mengetahui apa manfaat Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Di titik inilah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara mengambil pendekatan berbeda.
Bukan menunggu warga datang, tetapi mendatangi warga.
Melalui layanan jemput bola, Dukcapil PPU mendorong masyarakat melakukan aktivasi IKD sekaligus memperluas pemanfaatan identitas digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses masyarakat terhadap layanan publik yang semakin terdigitalisasi.
IKD pada dasarnya bukan sekadar mengganti KTP fisik dengan aplikasi di telepon genggam.
Di baliknya terdapat gagasan yang lebih besar: bagaimana identitas penduduk dapat menjadi bagian dari ekosistem pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Ketika identitas sudah tersedia secara digital, masyarakat memiliki akses yang lebih praktis untuk kebutuhan administrasi dan verifikasi identitas.
Tetapi digitalisasi juga membawa tantangan.
Tidak semua warga memiliki tingkat literasi digital yang sama. Tidak semua wilayah memiliki akses internet yang memadai. Bahkan, sebagian masyarakat mungkin masih bertanya: untuk apa saya harus mengaktifkan IKD?
Karena itu, kehadiran petugas di tengah masyarakat menjadi penting.
Jemput bola bukan hanya soal mengaktifkan sebuah aplikasi.
Ini tentang memastikan transformasi digital tidak hanya dinikmati oleh mereka yang sudah terbiasa dengan teknologi.
Sebab, digitalisasi pelayanan publik pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknologi.
Ia adalah persoalan akses.
Siapa yang bisa mengakses?
Siapa yang tertinggal?
Dan seberapa jauh pemerintah hadir untuk membantu mereka yang belum mampu mengikuti perubahan?
Di Penajam Paser Utara, upaya aktivasi IKD menjadi salah satu langkah untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Identitas digital diharapkan tidak berhenti sebagai fitur di dalam telepon genggam, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dan perlindungan sosial.
Karena di era digital, memiliki identitas bukan hanya tentang siapa kita.
Tetapi juga tentang seberapa mudah negara dapat hadir ketika warga membutuhkan pelayanan. | Teddy






