SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Isran Noor menegaskan selama kepemimpinanya bersama Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi, masih ada kekurangan. Seperti program dan kegiatan yang belum bisa diselesaikan dan dituntaskan.
“Tak ada gading yang tak retak, saya bersama Wagub Hadi Mulyadi masih ada kekurangan dan belum mampu melaksanakan semua, mohon maaf kalau ada hal-hal yang kurang dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” tegas Gubernur Isran Noor saat membuka Rakor Kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan Karhutla Provinsi Kaltim tahun 2023, di Ballroom Hotel Harris Samarinda, beberapa hari lalu.
Isran mengakui, bersama Wagub ada hal yang belum dapat dilaksanakan dan dituntaskan. Tapi ujarnya, itulah sebagai gambaran kapasitas manusia yang selalu mengalami kekurangan. “Ada hal yang belum terealisasi, masih ada orang miskin di Kaltim belum terlayani dengan baik, tapi kita berusaha untuk mengurangi kemiskinan, seperti bekerja sama dengan TNI dan para pengusaha untuk membangun rumah layak huni di Kaltim, sumber dananya berasal dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan,” paparnya.
Gubernur menambahkan, orang Kaltim masih ada 6,3 persen miskin, walaupun secara nasional Kaltim jauh lebih baik, nasional itu rata-rata masih sekiar 10 persen lebih orang miskin, termasuk beberapa daerah lain ada yang masih mencapai 13 persen.
“Yang paling menentukan kemiskinan itu menurut saya adalah masalah rumah yang tidak layak huni, sebab masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni itu ada di pedalaman, walaupun mereka memiliki aset, ada lahannya, ada tanaman dan kebunnya ada ternaknya ada usahanya, tapi rumahnya tidak layak huni, sehingga masuk katagori orang miskin,” paparnya.
Gubernur Isran menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pangdam VI Mulawarman berserta jajarannya, termasuk kontribusi perusahaan melalui dana CSRnya, yang telah bekerja sama membangun rumah layak huni di wilayah Kaltim mulai tahun 2022. (*)






