PENAJAM — Kesulitan mendapatkan air bersih kembali dirasakan warga Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di tengah kemarau yang berdampak pada ketersediaan sumber air, bantuan distribusi air bersih kembali disalurkan kepada masyarakat.
Bupati PPU Mudyat Noor turun langsung meninjau penyaluran bantuan air bersih sebanyak 19.000 liter kepada warga, Sabtu (31/10/2026).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 14.000 liter berasal dari bantuan pribadi Mudyat Noor. Sementara 5.000 liter lainnya disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten PPU dengan dukungan Perumda Air Minum Danum Taka.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga RT 01 dan sejumlah titik lainnya di Desa Karang Jinawi yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Mudyat mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama musim kemarau.
“Sedikit bantuan air bersih ini kiranya dapat dimanfaatkan bersama untuk memenuhi kebutuhan warga, terlebih di tengah kondisi kemarau saat ini,” kata Mudyat.
Perusahaan Akan Dilibatkan
Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab PPU berencana melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat untuk membantu mengatasi persoalan keterbatasan air bersih.
Pelibatan perusahaan diharapkan dapat memperkuat dukungan armada distribusi sekaligus memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah juga mengidentifikasi sumber-sumber air potensial dan mengoptimalkan distribusi melalui koordinasi lintas sektor, termasuk Perumda Air Minum Danum Taka dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih diminta menyampaikan laporan melalui ketua RT atau kepala desa. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada pihak kecamatan untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Silakan masyarakat yang membutuhkan berkoordinasi melalui RT, kepala desa, dan dilaporkan ke kecamatan. Nantinya akan kita koordinasikan agar pendistribusian air bersih bisa dilakukan dan diupayakan berkelanjutan melalui bantuan unit lain, misalnya BPBD ataupun lainnya,” ujarnya.
Warga Berharap Penanganan Berkelanjutan
Salah seorang warga Karang Jinawi, Ambar, menyambut positif bantuan yang disalurkan. Ia mengapresiasi kehadiran bupati yang turun langsung melihat kondisi masyarakat.
Namun, ia berharap perhatian pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada persoalan kekurangan air bersih.
Menurutnya, warga Karang Jinawi juga menghadapi persoalan banjir ketika musim hujan.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.
Persoalan air bersih di Sepaku menjadi pekerjaan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Sebab, distribusi bantuan air melalui mobil tangki hanya menjadi solusi sementara ketika masyarakat kesulitan memperoleh pasokan.
Ketersediaan sumber air dan sistem distribusi yang memadai menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.(Adv/Theo)





