SAMARINDA – Minimnya partisipasi perempuan dalam politik, khususnya di Kota Samarinda, menjadi perhatian serius Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Lalila Fatihah.
Laila menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya kursi dewan yang diisi oleh politisi perempuan di Samarinda.
“Perempuan memiliki peran kunci dalam pembentukan kebijakan, banyaknya wakil rakyat perempuan dapat mendukung kemajuan pembangunan dan partisipasi perempuan,” kata Laila, Minggu [25/2/2024].
Laila melihat bahwa minimnya partisipasi perempuan di DPRD Samarinda mencerminkan ketidakadilan dalam demokrasi yang sedang berlangsung. Meskipun peran perempuan sangat penting dalam mendukung perkembangan wilayah, namun partisipasi mereka masih di bawah harapan.
Dengan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam dunia politik, Laila berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan perempuan dalam politik Samarinda. Dia meyakini bahwa perempuan dapat berkontribusi secara signifikan dalam pilar-pilar utama politik.
“Maka dari itu, perempuan di Samarinda harus bisa untuk mengambil peran lebih aktif dalam ranah politik, mengisi kekosongan perwakilan yang lebih besar,” urainya.
Laila menjelaskan bahwa kehadiran perempuan di parlemen tidak hanya penting sebagai representasi suara perempuan, tetapi juga untuk memastikan pembuatan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.
“Jika keberadaan perempuan sebagai penentu kebijakan negara diyakini akan menghasilkan kebijakan yang lebih pro-perempuan dan anak,” pungkasnya. [Re/ADV/DPRD Kota Samarinda]






