Pantaukaltim.com, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mengumumkan ada 49 kejadian kebakaran yang terjadi sejak Januari hingga pekan kedua April 2024 di Kota Tepian. Dengan demikian, setidaknya ada lebih dari 10 musibah kebakaran yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kaltim ini.
Melihat situasi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Celni Pita Sari pun mengingatkan soal kewaspadaan. Ia mendorong masyarakat untuk lebih waspada dan antisipatif dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pencegahan kebakaran.
Selain kepada masyarakat, Celni juga meminta kepada Pemkot Samarinda untuk bisa menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. “Bukan sebatas sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan, tapi bagaimana cara menangani sehingga kebakaran tidak membesar, dan memperluas kerugian yang ditimbulkannya,” ucap Celni, Minggu [14/4/2024].
Meski begitu, Celni mengamini bahwa beberapa kasus kebakaran justru disebabkan kelalaian masyarakat. Ia membenarkan ada beberapa perilaku masyarakat yang dinilainya kurang sensitif terhadap pemicu terjadinya kebakaran.
“Kami akui, walaupun factor teknis masih berperan sebagai salah satu pemicu kebakaran. Tapi kita tidak boleh lupa dengan faktor non-teknis yang bisa juga menjadi perannya,” sambungnya.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, ia berharap dapat mengurangi angka kebakaran di Kota Samarinda serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran di kalangan masyarakat. [dtn/ADV DPRD SMD]






