SAMARINDA – Brigpol Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah aksinya menyenggol dan membenturkan badan ke mahasiswa GMNI Samarinda usai demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (19/10/2026), viral di media sosial.
Dalam video klarifikasinya, Asky mengakui sikapnya arogan dan tindakannya berlebihan. Ia juga menegaskan peristiwa tersebut terjadi secara spontan, tanpa instruksi dari pihak mana pun.
“Saya mohon maaf atas sikap arogansi saya,” ujar Asky.
Ia menjelaskan, tindakan tersebut bukan atas perintah orang lain, melainkan spontanitas dirinya sendiri.
“Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan, tanpa ada instruksi dari siapa pun,” katanya.
Asky juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan seperti itu lagi,” tegasnya.
Insiden tersebut terjadi setelah mahasiswa GMNI Samarinda menyampaikan protes terkait penanganan karhutla di Kalimantan Timur. Aksi ajudan itu kemudian menuai sorotan publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, turut menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pemprov juga menyatakan kejadian itu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola komunikasi dan pengamanan agar lebih humanis.
Sementara itu, penanganan terhadap Brigpol Asky Rizal Toding diserahkan kepada kepolisian sesuai mekanisme yang berlaku.
Permohonan maaf tersebut menjadi awal evaluasi atas perilaku pengawalan pejabat publik. Di tengah hak masyarakat menyampaikan kritik dan aspirasi, personel pengamanan dituntut tetap profesional serta menghindari tindakan fisik yang dapat memicu ketegangan. (“)






