Pantaukaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra menyebut bahwa penerapan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dari perusahaan-perusahaan di Samarinda masih belum optimal. Pasalnya ia menilai, program yang dikenal dengan nama Corporate Social Responsibility (CSR) ini masih belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Karena itu ia meminta agar Pemkot Samarinda bisa tegas dalam berurusan dengan perusahaan. “Mereka (perusahaan) harus diingatkan soal tanggung jawab mereka. Jadi semuanya seimbang, urusan bisnis dan kebutuhan masyarakat bisa berjalan bersamaan,” beber Samri, Sabtu [13/4/2024].
Bukan hanya mengingatkan, namun Samri juga meminta agar Pemkot Samarinda bisa tegas dalam melakukan pengawasan. Ia mengingatkan, agar jangan sampai ada perusahaan yang justru tidak melakukan tanggung jawab sosial mereka, dikarenakan lemahnya pengawasan yang dilakukan penyelenggara negara.
Samri menekankan bahwa CSR punya peran besar dalam menata kondisi sosial hingga ekonomi di kalangan masyarakat. Karena penerapan program CSR di beberapa daerah, terbukti bisa membangun daerah lewat beragam implementasi kebijakan.
“Misalnya lewat bantuan pembangunan infrastruktur, atau pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang diberikan perusahaan lewat CSR. Tentu itu akan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terlebih di kalangan masyarakatnya,” sambung dia.
Karena itu, ia kembali meminta agar pemerintah bisa lebih memperhatikan hal ini. Sehingga masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan bisa turut berkembang seiring dengan kemajuan perusahaan dalam urusan bisnis. [dtn/ADV DPRD SMD]






