SEPAKU – Titania, warga Kelurahan Riko, Kecamatan Sepaku, mengaku kaget satu hektar lahan miliknya, tiba-tiba digusur tanpa konfirmasi ke dirinya sebagai pemilik.
“Saya kaget karena tiba-tiba itu langsung digusur habis tanpa izin ke saya, tanpa seizin lurah juga,” ungkapnya seperti dikutip Posliputan.com, Kamis (25/1/2024).
Titania mengakui memiliki legalitas lahan jauh sebelum adanya pembangunan bandara maupun jalan tol.
“Sebanyak 50 pohon sawit produktif milik saya juga habis rata dengan tanah. Portal untuk masuk ke lahannya pun, turut dirusak”, tambahnya.
Warga lain, di Kelurahan Gersik bernama Makmur juga menyampaikan keluhan yang sama.
Saat hadir dalam pelaksanaan sosialisasi rencana pembangunan bandara VVIP IKN dan jalan tol segmen 5B oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), di kelurahan terdampak yakni Gresik, Jenebora, Riko, dan Maridan Selasa (23/1/2024).
Makmur terlihat emosional. Dengan nada meninggi dia bilang, realitas di lapangan berbeda dengan apa yang disampaikan dalam sosialisasi.
Dalam sosialisasi, pengurusan kejelasan atau legalitas lahan mereka seolah terdengar mudah. Namun saat melakukan pengurusan, ia mengaku sulit.
Saat mengurus ke kelurahan, ia mengaku diarahkan ke pemerintah daerah, lalu diarahkan lagi ke provinsi, lalu diminta lagi menghadap ke pihak Bank Tanah.
“Kami mendapatkan pelayanan di kelurahan juga tidak maksimal, fasilitasi masyarakat untuk hal itu,” tegasnya.
Sudah beberapa kali sosialisasi, namun tak ada hasil yang mereka bawa pulang. Terutama mengenai kejelasan harga tanam tumbuh mereka. Padahal, proyek terus berjalan.
“Kami hanya ingin diperjelas seperti apa tanam tumbuhnya, agar kami bisa memahami, kami akan membantu petugas menyukseskan pembangunan di sana,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun mengakui, sosialisasi yang dilakukan selama ini belum maksimal. Hal itu karena keterbatasan perangkat yang terlibat di dalamnya.
Sosialisasi akan dimasifkan dengan melibatkan pemerintah kecamatan, lurah, hingga tingkat RT.
“Mungkin selama ini tidak tersosialisasikan dengan baik, mungkin karena keterbatasan aparat saya untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” jelasnya. [Sumber : Posliputan.com]






