SAMARINDA – Proyek pemasangan pipa gas yang dilakukan salah satu BUMN di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara menuai polemic. Pasalnya warga yang bermukim di kecamatan tersebut mengajukan proses karena proyek pemasangan pipa gas tersebut berdampak pada kawasan permukiman mereka.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin meminta agar Pemprov Kaltim bisa mengambil sikap. Ia menuntut pemerintah untuk bisa menindaklanjuti apa yang dikeluhkan warga di kawasan tersebut.
“Karena pipa gas semestinya tidak lewat permukiman warga,” singkatnya, Jumat [03/11/2023]
Salehuddin juga mengungkapkan bahwa proses yang disampaikan masyarakat sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun sampai saat ini, Pemprov Kaltim dianggap tidak memberikan respons serius, bahkan ia menyebut pemerintah tidak serius menyelesaikan tuntutan masyarakatnya.
Ia memastikan, warga Samboja sejatinya mendukung proyek pemasangan pipa gas tersebut. Hanya saja, warga ingi mendapatkan kepastian bahwa proyek tersebut tidak memberikan dampak negatif bagi kondisi permukiman mereka.
“Jadi kami minta, Pemprov Kaltim bisa berdiri di tengah-tengah mereka, dan hadir untuk mendengarkan keluhan mereka,” sambungnya.
Dia melanjutkan, jika pemerintah tidak segera menangani persoalan ini, dikhawatirkan ada potensi konflik yang terjadi bisa meluas, dan menyebabkan kondisi yang tidak stabil di kemudian hari. [sia/ADV DPRD Kaltim]






