Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joni Sinatra Ginting inginkan pemerintah kota (pemkot) libatkan banyak pihak dalam memutuskan kebijakan.
Hal itu dia ungkap usai mendengar kebijakan soal pertamini. Menurutnya adanya pertamini ini bisa jadi solusi untuk sebagian orang, apalagi SPBU tidak buka 24 jam.
“Menindaklanjuti, kalau misal karena hal ini, jadi tidak bisa hanya menunggu semua dan segala macam. Apakah karena faktor ini atau sebaliknya,” ujar Joni, Seni (22/1/2024).
Joni juga mempertanyakan kenapa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite bisa sampai sering habis. Padahal Samarinda adalah ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim).
“Coba ditanyakan ke Pertamina ini, apa sebabnya. Apakah sebetulnya mereka ini banyak bermain disitu. Kalau memang banyak bermain disitu, ya dihentikan,” tegasnya.
Sehingga, jika melihat adanya kebijakan, seperti rencana wali kota yang mau mengeluarkan surat edaran terkait hal ini, harus juga memberikan solusi dan bukan hanya imbauan.
“Bicara masalah hanya pemberhentian, terserah saja. Tetapi kalau lihat masalah yang ada dan dia tidak mau tahu, tidak ada solusi dan sebagainya, maka itu kurang bijaksana,” ungkapnya.
Politisi Fraksi Demokrat itu juga meminta jika ada kebijakan publik, ini harus betul-betul melihat dari sisi masyarakat di lapangan.
“Karena kalau hanya melihat dari sisi kita saja, mungkin tidak efektif. Tapi kalau kita melihat dari sisi masyarakat kita, kita cinta dengan rakyatnya sendiri yang ada di Samarinda, harusnya berikan solusi,” urainya.
“Berikan arahan, kan itu sebetulnya yang diharapkan,” pungkasnya. [wan/ADV/DPRD Kota Samarinda]






