KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan program skrining dini kesehatan mental sebagai langkah konkret dalam upaya mencegah meningkatnya kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah tersebut. Skrining dini ini diharapkan mampu mendeteksi secara cepat permasalahan kejiwaan di masyarakat agar bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, menjelaskan bahwa sasaran utama dari program ini adalah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), yakni individu-individu yang mengalami gangguan mental ringan, tetapi tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Dengan adanya skrining dini ini, mereka bisa mendapatkan perawatan dan penanganan secara lebih cepat dan tepat.
“Jika dalam proses skrining terdapat indikasi permasalahan kejiwaan, kami akan segera memberikan intervensi agar tidak berkembang menjadi ODGJ. Ini merupakan bagian dari upaya preventif agar kondisi kesehatan mental masyarakat tetap terjaga,” ujar Supriyadi, pada Rabu (05/03/2025).
Lebih lanjut, Supriyadi juga menuturkan bahwa banyak kasus gangguan kejiwaan berawal dari kecemasan berlebihan, kepanikan, hingga stres akibat tekanan hidup sehari-hari, baik di lingkungan pekerjaan maupun keluarga. Ia mengingatkan bahwa siapa pun bisa mengalami masalah kesehatan mental, dan sangat penting untuk segera mendapatkan penanganan secara profesional agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut.
Sebagai bagian dari program ini, skrining kesehatan mental akan dilaksanakan bersamaan dengan pelayanan kesehatan rutin di berbagai lokasi, seperti puskesmas, kantor pemerintahan, hingga kegiatan Car Free Day (CFD). Selain itu, Dinkes Kukar juga menyediakan formulir pendaftaran dalam bentuk daring agar masyarakat lebih mudah melakukan registrasi secara mandiri.
“Ke depan, kami akan terus melakukan skrining kesehatan mental secara berkesinambungan, bersamaan dengan pelayanan kesehatan umum lainnya. Dengan pendekatan ini, kami berharap skrining dini kesehatan mental dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan manfaat yang lebih luas, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap permasalahan kejiwaan,” pungkasnya.
Dengan adanya inisiatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinkes Kukar berkomitmen untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental, sehingga kualitas hidup warga bisa meningkat secara berkelanjutan.(wan/ADV/Diskominfo Kukar)






