KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), kembali mempersiapkan program Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kukar, agar para pekerja lokal lebih terampil dan mampu berdaya saing di dunia kerja maupun industri.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Distransnaker Kukar, Lukman, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang secara komprehensif agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan permintaan pasar kerja. Selain memfasilitasi peningkatan kompetensi generasi muda dan angkatan kerja produktif, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas tenaga kerja lokal dalam menghadapi persaingan di tingkat regional dan nasional.
“Kami berkomitmen memberikan peluang terbaik bagi masyarakat, khususnya para lulusan baru, untuk menimba ilmu dan keterampilan baru agar mereka lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” ujar Lukman saat memberikan keterangan, Selasa (04/03/2025).
Program pelatihan berbasis kompetensi ini terbuka untuk warga di seluruh 20 kecamatan se-Kukar. Penyelenggaraan pelatihan juga melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berpengalaman dan kompeten agar materi pembelajaran sesuai standar industri dan potensi sumber daya daerah. Pendaftaran untuk program ini sudah bisa diakses secara daring melalui situs resmi siapkerja.kukarkab.go.id hingga 30 April 2025.
Adapun jenis pelatihan yang disediakan cukup beragam dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Sebanyak 11 bidang keahlian ditawarkan, meliputi Pelatihan Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, Gada Pratama (Security), Instrumentasi Level 1, Konten Kreator, serta beragam keahlian teknis seperti Mekanik Alat Berat, Listrik Bangunan Sederhana, Forklift, Mobile Crane, Basic Operator Alat Berat, Rigger, hingga Welder SMAW 3G. Peserta yang berhasil menyelesaikan program ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi sebagai bukti keahlian dan bekal dalam melamar pekerjaan.
Lukman menambahkan bahwa pelatihan ini direncanakan untuk lebih dari 500 peserta dan secara khusus memprioritaskan warga kurang mampu agar mereka mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang tanpa harus memikirkan biaya. “Seluruh biaya pelatihan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. Kami bahkan menyediakan kuota di setiap kecamatan agar distribusi penerimaan peserta lebih merata dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Kukar,” lanjutnya.
Melalui program ini, Distransnaker Kukar berharap dapat mencetak tenaga kerja lokal yang berkompeten dan siap pakai, sekaligus mendukung pengentasan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya pelatihan berbasis kompetensi ini, pemerintah daerah optimis kualitas sumber daya manusia di Kukar akan meningkat secara berkelanjutan dan mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah.(wan/ADV/Diskominfo Kukar)






