SAMARINDA – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum juga berhasil diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan bahwa nutuh keterlibatan masyarakat untuk untuk ikut bersama-sama dalam mengatasi masalah sampah yang sudah menahun ini.
Tetapi di sisi lain, ia juga mendorong DLH Samarinda agar memiliki inovasi terbaru mengolah sampah agar volumenya dapat diminimalisir. Terlebih, Samarinda akan menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang mana berpotensi menghadapi peningkatan produksi sampah seiring dengan pertumbuhan penduduk.
“Persiapan harus segera dilakukan oleh Pemkot Samarinda karena sampah pasti melonjak seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dengan adanya IKN,” ungkap Novan, Rabu (12/10/2023).
Selain itu, Politikus Partai Golkar itu berharap DLH Samarinda dapat melakukan sosialisasi efektif kepada masyarakat mengenai pengolahan dan pemilahan sampah organik, anorganik, maupun limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Program daur ulang juga perlu digencarkan lagi untuk agar sampah memliki nilai ekonomis.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“TPA memiliki kapasitas maksimal dan batas waktu. Maka, sampah perlu dipilah dan dipecah sesuai jenisnya,” ungkapnya.
Hal ini harus diberlakukan sebab bagi Novan, selama ini tindakan nyata dari DLH dalam pengelolaan sampah masih terlihat kurang maksimal. [Ama/ADV DPRD Samarinda]






