SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah berupaya melakukan revitalisasi banguna Pasar Pagi, yang telah berdiri sejak tahun 1960-an.
Namun tak selamanya proyek pemerintah tersebut berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan. Masih ada sejumlah pro dan kontra yang terjadi dikalangan pedagang.
Atas hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Saputra menyoroti perlunya pertemuan antara Pemkot Samarinda dan DPRD untuk mengkaji lebih jauh rencana revitalisasi tersebut.
Samri juga menekankan pentingnya memberikan kepastian kepada masyarakat terkait tempat relokasi yang layak, jangka waktu revitalisasi, dan kompensasi yang akan diberikan.
Pasalnya, sampai hari ini DPRD Samarinda belum melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait guna mengkaji lebih dalam rencana revitalisasi Pasar Pagi.
“Yang dikeluhkan masyarakat ini tidak ada kepastian bagi mereka dimana tempat relokasinya, berapa lama waktunya, dan layak apa gak,” ujar Samri pada Senin, (23/10/2023).
Meskipun demikian, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku mengapresiasi dan setuju dengan rencana tersebut. Terlebih kondisi bangunan Pasar Pagi yang kian menua dan besar potensi untuk terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pada dasarnya kita setuju terhadap rencana pembangunan itu dan kita tidak menolak. Siapa yang gak mau dibangunkan pasar bagus begitu,” ungkapnya.
Untuk itu, Samri menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi II DPRD Samarinda dan mengundang komisi-komisi terkait untuk membahas rencana revitalisasi tersebut lebih lanjut.
“Itu dari komisi II dan akan mengundang komisi-komisi terkait. Tinggal kita tunggu aja nanti waktunya,” pungkasnya. (wan/ ADV DPRD Samarinda)






