Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain ungkap penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang dimiliki Kota Samarinda bukan berarti terbebas dari masalah anak.
Hal itu menurutnya berkaitan dengan bentuk apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat karena Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berhasil memenuhi beberapa kriteria yang diberikan.
“Penghargaan itu bukan berarti tidak ada kekurangan. Tapi itu adalah bentuk dari apresiasi dari apa yang sudah diusahakan,” ujar Sani, Jumat (26/1/2024).
Politisi Fraksi PKS itu mengakui, meski penghargaan sudah digapai, tetapi masih ada anak-anak yang menderita hingga saat ini, bukan berarti pemerintah kurang memberikan perhatiannya.
“Tapi mungkin memang belum terjangkau saja, jadi tidak ada jaminan dengan didapatkannya penghargaan KLA tersebut, lalu anak-anak itu semua sejahtera,” bebernya.
“Tapi itu bentuk penghargaannya kepada kabupaten/kota yang sudah berusaha sesuai dengan peraturan dan kriteria yang diberikan oleh pusat,” lanjutnya.
Namun, mengenai anak-anak yang hingga saat ini masih ada masalah, dia meminta penanganan harus menjadi prioritas utama.
Di mana, Sani meminta perlindungan terhadap anak-anak memang harus diprioritaskan, karena masa depan tergantung pada anak-anak saat ini.
“Perlindungan terhadap anak itu harus jadi prioritas, karena mau jadi apa bangsa kita nanti, kan tergantung ana-anak sekarang,” urainya.
Sani menegaskan bahwa menghancurkan masa depan anak-anak, memberikan ruang belajar, dan itu berpengaruh pada masa depannya.
“Menghancurkan masa depan Mereka tidak memberikan ruang belajar itu berpengaruh di masa depan. Kan kita kota peradaban, harusnya lebih ditingkatkan,” pungkasnya.[wan/ADV/DPRD Kota Samarinda]






