SAMARINDA – Perjalanan dari Tering, Kutai Barat menuju Ujoh Bilang, ibu kota Mahakam , selama ini menjadi cerita panjang tentang jalan rusak, lumpur, dan sulitnya aktivitas warga. Jalur penghubung menuju kawasan pedalaman itu bahkan disebut sebagai salah satu akses yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Kini, Pemerintah Provinsi mulai mempercepat pengerjaan jalan tersebut. Proyek pembukaan dan peningkatan akses Tering–Ujoh Bilang terus dikebut agar mobilitas masyarakat tidak lagi terisolasi.
Saat ini, sekitar 33 kilometer ruas jalan yang sebelumnya rusak berat sedang dalam tahap pengerjaan. Alat berat terus bekerja di lapangan untuk mempercepat konektivitas menuju Mahakam Ulu.
Sebelumnya, kondisi jalan di jalur itu dikenal memprihatinkan. Saat hujan turun, kendaraan kerap terjebak lumpur berjam-jam. Aktivitas warga pun ikut terganggu, mulai dari distribusi bahan pokok, hasil pertanian, hingga kebutuhan ekonomi masyarakat lainnya.
Tak sedikit warga yang selama ini mengeluhkan mahalnya biaya transportasi akibat akses jalan yang buruk. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh lebih cepat, berubah menjadi perjuangan panjang karena kerusakan jalan di sejumlah titik.
Karena itu, Pemprov Kaltim menjadikan akses Tering–Ujoh Bilang sebagai salah satu prioritas pembangunan konektivitas wilayah pedalaman. Pemerintah menargetkan jalur tersebut bisa tembus sepenuhnya pada 2027 mendatang.
Untuk mendukung percepatan proyek itu, total anggaran yang telah dialokasikan mencapai sekitar Rp49 miliar. Pemerintah berharap pembangunan jalan ini nantinya mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Mahakam Ulu.
Bagi warga perbatasan dan pedalaman, jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan adalah harapan agar kebutuhan hidup lebih mudah dijangkau dan roda ekonomi bisa bergerak lebih cepat. [Adv]






