SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengajukan permintaan kepada pemerintah kota (pemkot) untuk melakukan redesain Pasar Pagi dengan bijaksana.
Pada Senin 26 Februari 2024, Rohim menyatakan bahwa Pemkot Samarinda telah mendapat banyak pujian atas terobosan yang telah dilakukan, dan saat ini berada dalam masa akhir.
“Justru ini perlu jadi perhatian pemkot, jangan sampai nama baik yang sudah dibangun selama ini tiba-tiba kemudian tercoreng karena permasalahan Pasar Pagi saja,” ungkap Rohim.
Rohim menekankan bahwa kebijaksanaan dari pemkot sangat dinantikan, dan DPRD berperan sebagai fasilitator dalam menanggapi aspirasi warga. Meskipun tidak memiliki visi misi, DPRD memiliki peran untuk mendengarkan dan memfasilitasi penyelesaian masalah dan aspirasi masyarakat.
Politisi Fraksi PKS ini juga menilai bahwa pemkot dapat melakukan revisi desain dengan keterbukaan yang tinggi. Jika revisi desain tersebut dapat menghasilkan penghematan anggaran dan memiliki sisa anggaran (silpa) yang positif, Rohim menyatakan bahwa hal tersebut tidak masalah.
“Selama silpa positif artinya masih dalam efesiensi keuangan. Yang jadi catatan saya pribadi, ini bagaimana caranya bisa jadi cepat selesai karena dampak, kalau ini sampai molor, karena dampaknya bakal sampai ke 2.800 pedagang itu tadi,” harapnya.
Rohim menegaskan pentingnya penyelesaian cepat untuk menghindari dampak negatif terhadap para pedagang yang akan terdampak jika proyek ini berlanjut lebih lama. [Re/ADV/DPRD Kota Samarinda]






