Samarinda – Banyaknya perusahaan yang mendiami Kota Samarinda, harus memberikan kontribusi pada pembangunan yang tengah digencarkan.
Apalagi di Samarinda hingga saat ini masih ada masyarakat dengan status miskin ekstrem, yang ditambah dengan stunting.
Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar meminta peran dari pihak swasta.
“Kan banyak pihak perusahaan yang memang berada di Kota Samarinda, bisa bantu untuk kemiskinan ekstrem dan stunting ini, bersama-sama dengan pemerintah,” kata Deni, Senin (8/1/2024).
Menurutnya, belakangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah kota (pemkot) tengah gencar-gencarnya menyumbangkan telur.
Langkah ini ternyata diambil sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Dan kini sudah saatnya pihak swasta memberikan bantuan.
“Sumbangan itu tidak perlu dipatokkan, cukup berikan saja sesuka mereka. Misal Rp 100 ribu, atau Rp 1 juta, kan tidak akan terasa itu, di kali dengan beberapa perusahaan,” tegasnya.
Selain itu, dia juga meminta pemerintah lebih bisa memberikan perhatian penuh pada penurunan angka kemiskinan ekstrem dan stunting ini hingga akhir tahun.
Politisi Farksi Gerindra itu juga menyoroti pentingnya pemerintah agar bisa menyelaraskan pembangunan dengan pengentasan masalah ini.
“Kita lihat pembangunan sudah berjalan, beberapa proyek besar seperti Pasar Pagi, terowongan, Teras Samarinda. Artinya disini jangan hanya pembangunan saja, juga harus berjalan linier gitu,” tegasnya.
Deni mengharapkan gerak cepat dari pemerintah dan semua pihak untuk memastikan kemiskinan ektrem dan stunting ini sudah tidak ada lagi di Samarinda.
Terlebih, Samarinda sudah mendapatkan predikat Kota Layak Anak (KLA) Nindya pada tahun 2023 lalu. Maka untuk menaikkan lagi ke tingkat lebih tinggi, dia berharap kedua problem ini bisa tuntas. [wan\ADV\DPRD Kota Samarinda]






