SAMARINDA – Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menertibkan juru parkir (jukir) liar.
Tetapi pada kenyataannya sampai saat jni masih banyak oknum jukir liar ditemukan berterbaran di Kota Samarinda.
Hal ini pun mendapat sorotan dari Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri. Dalam hal ini dirinya mendorong Dishub Samarinda supaya lebih gencar menertibkan oknum jukir liar. Terlebih yang tidak terdaftar dalam binaan Dishub.
“Jukir liar ini tidak mungkin muncul tiba-tiba pasti ada koordinatornya,” kata Novi, Rabu [11/10/2023].
Novi juga menekankan bahwa Dishub Samarinda harus memberi pehaman serta edukasi yang lebih baik kepada para koordinator jukir yang selama ini berada di Kota Tepian.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) melihat selama ini masih banyak dari mereka yang terus beroperasi di tempat yang tidak di ijinkan oleh pemerintah.
Misalkan seperti di bank dan gerai retail atau minimarket. Yang mana sebagaimana diketahui, tempat-tempat tersebut tidak pernah ada pungutan biaya parkir.
Bahkan tak jarang, beberapa tempat tersebut telah mencantumkan peringatan yang tertulis ‘Parkir Gratis’.
“Dishub Samarinda harus merangkul mereka dan berikan pemahaman yang bagus. Kalau seperti di bank dan indomaret seharusnya pihak manajemen di sana jangan memberikan kenyamanan untuk jukirnya. Mereka harus bertanggung jawab artinya harus ada cara,” tegasnya
Karena itu Ia berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik untuk mengurangi jumlah jukir liar yang masih terbilang banyak di Kota Tepian demi kenyamanan masyarakat, juga mendukung kepentingan daerah memperbaiki tata keindahan kota.
“Jangan hanya dibiarkan kalau memang mau tertib harus benar-benar dibenahi dan ekstra menanganinya,” pungkasnya. [dtn/Adv DPRD Samarinda]






