Pantaukaltim.com, Samarinda – Dunia pendidikan nyatanya tak pernah lepas dari berbagai problematika yang belum juga bisa diselesaikan. Mulai dari perkara fasilitas, sarana prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik hingga sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap tahun ajaran.
Melihat situasi ini, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti pun angkat bicara. Ia meminta agar Pemkot Samarinda menekankan pentingnya pemetaan dan pendataan yang akuran dalam menentukan kebutuhan pendidikan di tiap-tiap wilayah.
“Per wilayah, harus bisa mengetahui jumlah penduduk atau secara khusus jumlah pelajar di wilayahnya. Nanti kemudian dibandingkan dengan jumlah sekolah, mulai dari jenjang TK sampai SMA,” ucapnya, Kamis [18/4/2024].
Ia menambahkan, dengan adanya pemetaan yang jelas diharapkan nantinya jumlah sekolah dengan jumlah pelajar bisa sesuai. Sehingga pendidikan bisa didistribusikan dengan merata. Dengan demikian, tak ada lagi kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan kesenjangan yang memicu permasalahan setiap tahunnya.
“Yang kita butuhkan adalah bagimana pemerintah bisa proaktif terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat. Karena menurut kami, jumlah sekolah negeri paling tidak bisa mengakomodir anak-anak kita untuk mendapatkan hak pendidikannya,” sambungnya.
Menurutnya hal tersebut masih jadi tantangan yang dihadapi dalam implementasi sistem zonasi di Samarinda.
Dengan pemetaan yang lebih baik dan pendekatan yang proaktif dari pemerintah, diharapkan sistem pendidikan dapat menjadi lebih inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat kota Samarinda. [dtn/ADV DPRD SMD]






