SAMARINDA – Dengan banyaknya bidang pekerjaan yang lekat dengan dunia digital, ketertarikan generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian pun turun drastis. Kondisi ini menjadi perhatian oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin.
Kurangnya minat ini, menurut Fahruddin, adanya anggapan bahwa menjadi pertani adalah pekerjaan yang lambat dan kurang menghasilkan. Padahal, sektor ini memiliki potensi yang besar.
Ia meyakini jika diberi pemahaman yang benar, minat pun akan meningkat.”Kita berencana untuk menggerakkan mereka dengan mengkolaborasikan upaya-upaya yang memungkinkan partisipasi generasi muda dalam pertanian,”ucapnya, Kamis (30/5/2024).
Namun, disinilah peran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Ia menekankan pemerintah perlu meningkatkan anggaran di sektor pertanian. Salah satunya mewujudkan swasembada pangan.
Komisi II sendiri berkomitmen untuk membantu pemerintah untuk menciptakan program-program yang menarik agar generasi muda bisa tertarik.
“Kami akan berkomitmen untuk mengkolaborasikan upaya-upaya yang memungkinkan generasi muda untuk terlibat dalam pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan lokal,”kuncinya.(SY/ADV/DPRD Samarinda)






