Pantaukaltim.com, Samarinda – Meskipun momentum bulan Ramadan sudah berlalu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain berharap agar pemberian pendidikan agama secara masif bisa terus dilakukan. Sebabnya, ia meyakini pendidikan agama mampu mencegah potensi kenakalan yang bisa dilakukan anak-anak, khususnya ada berusia remaja.
Biasanya, dalam bulan Ramadan sekolah-sekolah melaksanakan Pesantren Kilat selama beberapa hari. Sani menilai, hal tersebut bagus untuk diamalkan terus menerus, meskipun di luar bulan Ramadan.
“Karena jika dibekali dengan pemahaman agama yang cukup, maka anak-anak akan lebih mawas diri dalam berteman,” jelas dia, Selasa [16/4/2024].
Ia berpendapat, pendidikan agama sangat kurang diberikan baik dalam institusi pendidikan formal maupun informal. Akibatnya banyak anak-anak bergaul dengan tidak berlandaskan agama dalam kegiatan sosial mereka.
“Akhirnya dalam kegiatan berteman, anak-anak mengenal pacaran. Dari sana, sangat rentan timbul kegiatan-kegiatan yang diluar norma,” sebutnya.
Sani pun meminta anak-anak untuk bisa fokus dalam menempuh pendidikan. Sedangkan waktu luang yang ada, menurutnya bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan positif lain yang dekat dengan kegiatan keagamaan.
“Bisa ikut majelis, atau yang muslim bisa ikut pengajian-pengajian,” tutupnya. [dtn/ADV DPRD SMD]






