SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda tengah mengupayakan revitalisasi Pasar Pagi di Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda.
Namun wacana tersebut kini berjalan kurang baik. Sebab beberapa waktu lalu sempat ada statement dari Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3) terkait kekhawatiran mereka sebab kurangnya sosialisasi pada perencannaanya.
“Sampai sekarang belum ada sosialisasi baik secara tertulis maupun lisan,” ungkap Ketua FP3, Thoriq Hakim beberapa waktu lalu.
Menyikapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah, menyatakan dukungan dari pihak DPRD terkait wacana Pemkot Samarinda itu dengan catatan pemerintah harus menjamin wadah relokasi yang tepat dan layak bagi para pedagang.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun DPRD menyetujui rencana revitalisasi, tetapi sebagian anggota Komisi III dalam hal ini yang menangani sektor pembangunan belum sepenuhnya mengetahui rincian rencana tersebut.
“Kami DPRD setuju asalkan sudah dibicarakan, sementara dari Komisi III dalam leading sektor pembangunan ini juga belum mengetahui,” kata Laila pada Kamis, (12/10/2023).
Sehingga, Laila pun berharap Pemkot Samarinda dapat mengkaji lebih dalam terkait pembongkaran ulang bangunan Pasar Pagi.
“Kita belajar pada Pasar Baqa itu rencananya satu tahun tapi saat ini terbengkalai, artinya matangkan dulu perencanaannya kalau memang dalam satu tahun harus ditempatkan pedagang ini ke tempat yang layak jadi jangan hanya dipindahkan saja,” tegasnya.
Ia sendiri menyatakan jika para pedagang tidak menolak wacana revitalisasi, tetapi mereka berharap Pemkot Samarinda dapat memberikan jeda waktu relokasi hingga setelah lebaran Idulfitri 2024.
“Kalau demi kebaikan kami dukung saja asalkan direncanakan dengan matang itu saja,” pungkasnya. [dtn/ADV DPRD Samarinda]






