SAMARINDA – Petani menjadi satu entitas penting untuk mendukung ketahanan pangan, dan program pemenuhan kebutuhan pangan di sebuah daerah. Karenanya, petani-petani yang ada harus didukung kemajuannya. Bahkan lebih jauh, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun berharap agar petani di Indonesia, khususnya di Kaltim bisa beregenerasi.
“Saat ini kebutuhan pangan itu mendesak, kita butuh petani muda, petani milenial istilahnya,” beber Samsun, Rabu [01/11/2023]
Namun, untuk menarik minat para petani milenial, pemerintah harus bisa menciptakan suatu ruang yang didukung oleh regulasi untuk memastikan sektor pertanian berjalan dengan optimal. Karena optimalisasi sektor pertanian, akan mendukung peningkatan produksi hasil pertanian, dan peningkatan pendapatan yang bisa diterima para petani.
Salah satu regulasi yang harus disusun adalah, kebijakan yang memberikan jaminan bagi para petani agar tiap hasil produksi pertanian yang mereka hasilkan bisa dibeli dengan harga yang baik. Tidak cuma itu, regulasi juga harus bisa menjamin hasil pertanian milik petani lokal bisa diserap oleh pasar.
“Dengan begitu kita bisa melindungi petani kita agar tidak rugi, dan tetap mendapat keuntungan maksimal. Meskipun sedang musim panen dalam skala besar,” lanjutnya.
Keberadaan petani di Kaltim dinilai menjadi hal mendesak untuk dipenuhi. Mengingat selama ini, Kaltim masih menggantungkan diri pada kiriman dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Atas hal tersebut, harga-harga pangan di Kaltim cenderung fluktuatif. Perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kelancaran distribusi produk pertanian menjadi salah satu penyebab harga pangan di Kaltim naik turun. [sia/ ADV DPRD Kaltim]






