Tiga Penyebab Terjadinya Kekerasan pada Anak, Sani Minta Semua Pihak Terlibat

Foto: Ilustrasi contoh anak-anak yang terlantar di Indonesia.[ist]

Samarinda – Ada tiga penyebab utama terjadinya kekerasan kepada anak yang marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain ungkap,  kurangnya pengawasan terhadap anak.

“Yang kedua adalah teladan yang masih jarang, orang tua itu harus menjadi teladan. Selanjutnya ketiga adalah pendidikan agama,” kata Sani Jumat (26/1/2024).

Menurut Sani, pendidikan agama seharusnya ada di sekolah-sekolah, khususnya untuk tingkatan SMA/SMK bisa mengaktifkan kembali organisasi keagamaan.

“Di sekolah menengah atas harusnya dihidupkan lagi itu rohis-rohis. Pembinaan rohani, supaya perilaku mereka itu positif, dari SD juga sudah dikasih acara-acara yang menjadi teladan,” jelasnya.

Namun, selain itu, Sani juga menyoroti berbagai permasalahan seperti penelantaran anak. Menurutnya penelantaran anak adalah kejahatan.

“Yang melakukan kejahatan itu harus dihukum, sudah itu saja. Untuk pencegahannya itu harus dihukum,” tegasnya.

“Setiap orang yang melempar anaknya ke tong sampah dan menelantarkan itu harus dihukum, karena mereka tidak bisa disadarkan. Maka harus dihukum, itulah gunanya penjara,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan hingga penelantaran terhadap anak.

“Untuk pemerintah upayanya sudah bagus, mereka sudah berupaya dengan segala rupa, seperti yang telah ditentukan,” urainya.

Namun memang, dia juga memaklumi jika terdapat kekurangan, tentu hal itu bukan hanya tanggung jawab mereka saja.

“Itu bukan tanggung jawab mereka saja, tapi bersama untuk menutupi celah itu, memberikan perhatian lebih ke anak-anak ini, semuanya harus terlibat,” pungkasnya.[wan/ADV/DPRD Kota Samarinda]

Print Friendly, PDF & Email