Pantaukaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain memberikan kritik atas penayangan film-film bergenre horror yang memanfaatkan unsur agama tertentu. Bahkan, ia menilai penggunaan unsur ibadah dalam beberapa adegan film tersebut merupakan bentuk penistaan agama.
Ia memberikan contoh, film horror dengan unsur Agama Islam. Sani menilai film yang menggunakan adegan seperti salat, dan ibadah-ibadah umat Islam lainnya bisa memunculkan kekhawatiran dan keresahan di kalangan masyarakat.
“Saya penikmat film, tapi kalau film yang menggunakan unsur agama ini berbahaya. Terlebih film horror ya,” ucap dia, Jumat [12/4/2024].
Bahaya yang ia maksud adalah, dampak yang dihasilkan dari film tersebut. Di mana bisa membuat orang menjadi takut untuk beribadah lantaran gambaran yang diberikan di dalam film-film horror. “Karena itu saya mengimbau kepada pihak bioskop, sebisa mungkin jangan menayangkan film-film seperti itu,” tambah Sani.
Sani menguraikan salat dan ibadah umat Islam lain yang diceritrakan dalam film horror diyakini dapat mengganggu keyakinan dan kepercayaan umat Islam serta menciptakan ketakutan yang tidak perlu terhadap praktik keagamaan.
Sebelumnya, Sutradara sekaligus penulis scenario Gina S Noer juga menyuarakan hal serupa, Melansir dari berbagai sumber, Gina turut mengkritik tajam para pembuat film horor lokal yang kerap menggunakan cara tersebut. Menurutnya, hal ini telah masuk dalam ranah eksploitasi agama.
“Nah, menurut gue masalahnya dengan kebanyakan horor Indonesia yang tema agamanya saat ini adalah sudah masuk ke ranah eksploitasi agama terutama agama islam (mungkin karena mayoritas ya),” tulisnya dalam unggahan Instagram pribadinya. [dtn/ADV DPRD SMD]






