Disdamkarmatan Kukar Gelar Adu Ketangkasan Tahap Kedua, 23 Tim Relawan Unjuk Kemampuan

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.[dok.ist]

Kutai Kartanegara – Dalam upaya memperkuat kemampuan teknis sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan relawan pemadam kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melaksanakan lomba adu ketangkasan tahap kedua. Kegiatan ini berlangsung di halaman Markas Kota (Mako) Disdamkarmatan Kukar, pada Sabtu (15/03/2025) pukul 21.00 WITA.

Dalam lomba kali ini, tercatat sebanyak 23 tim Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara turut berpartisipasi. Perlombaan tersebut merupakan kelanjutan dari lomba tahap pertama yang sebelumnya sukses digelar pada Sabtu (08/03/2025), dan menjadi salah satu agenda pembinaan untuk melatih dan mengasah keahlian relawan dalam menghadapi situasi darurat pemadaman.

Dari pantauan langsung di lokasi, lomba adu ketangkasan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para relawan diuji kecepatan, ketepatan, koordinasi, dan kekompakan tim dalam menjalankan berbagai skenario pemadaman api, mulai dari penggelaran peralatan hingga teknik pemadaman sesuai standar operasional. Lomba ini dirancang agar sesuai dengan situasi nyata yang sering dihadapi di lapangan, sehingga mampu melatih mental dan fisik para relawan dalam menghadapi risiko yang beragam.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menuturkan bahwa lomba ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas relawan agar lebih siap dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. “Dalam lomba ini kami mengutamakan aspek fisik, teknik, keterampilan, ketepatan, serta kecepatan, namun harus tetap diiringi kehati-hatian dan kekompakan tim. Semua tahapan dirancang secara matang agar relawan benar-benar terlatih dan siap menghadapi beragam situasi di lapangan,” ujar pria yang akrab disapa Ape tersebut.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa tahap ketiga nantinya akan dilaksanakan dalam bentuk simulasi penyelamatan korban, di mana relawan akan mempelajari cara mengevakuasi dan menangani korban secara benar. “Pada tahap berikutnya, mereka akan dilatih untuk membawa dan memperlakukan korban sesuai prosedur, hingga mempraktikkan cara memberikan bantuan pernapasan menggunakan boneka resusitasi jantung paru-paru (RJP), agar benar-benar memahami teknik pertolongan pertama,” paparnya.

Selain melatih keahlian teknis, Fida Hurasani juga menyoroti meningkatnya jumlah relawan pemadam kebakaran di Kutai Kartanegara. Menurutnya, hingga saat ini tercatat sudah sekitar 700 relawan aktif dan terdaftar, dan jumlah ini terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungannya. Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa pembentukan relawan harus diiringi pembinaan berkelanjutan. “Bagi saya, membentuk relawan bukan sekadar soal menambah jumlah. Ketika kita berani membentuk, kita juga harus berani membina agar mereka benar-benar memahami peran dan tanggung jawabnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Disdamkarmatan Kukar juga memperkenalkan Kelompok Relawan Ruan, yakni relawan yang fokus pada penyediaan logistik. Kelompok ini berperan dalam menyiapkan kebutuhan makan, minum, dan peralatan pendukung lainnya untuk mendukung kelancaran operasional pemadam kebakaran saat bertugas di lapangan. “Keberadaan Relawan Ruan menunjukkan bahwa peran relawan tidak hanya di garis depan sebagai pemadam api, tetapi juga di sektor-sektor pendukung lainnya. Semua memiliki andil dan peran vital sesuai kebutuhan,” tambah Fida Hurasani.

Sebagai penutup, Kepala Disdamkarmatan menekankan bahwa seluruh relawan yang tergabung dalam kegiatan ini benar-benar bergerak secara sukarela dan atas dasar kemanusiaan, tanpa pamrih dan kepentingan pribadi. “Semua ini dilaksanakan sebagai wujud pengabdian dan ibadah. Tidak ada keuntungan materi di sini. Relawan murni bergerak dari hati nurani dan keinginan untuk membantu sesama,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan lomba ini, diharapkan para relawan di Kutai Kartanegara semakin sigap, tangguh, dan profesional dalam menghadapi setiap ancaman bencana dan kebakaran, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di antara mereka. Dengan begitu, keberadaan mereka benar-benar bisa menjadi ujung tombak dalam melindungi keselamatan dan keamanan warga di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.(wan/ADV/Diskominfo Kukar)

Print Friendly, PDF & Email