TENGGARONG – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pengembangan sektor peternakan lokal, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana meluncurkan program pengadaan ternak pada tahun 2025. Selain berorientasi pada peningkatan produksi ternak di daerah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, melalui bantuan ternak sebagai sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kabupaten Kukar, Aji Gazali Rahman, menjelaskan bahwa pengadaan ternak ini meliputi beberapa jenis hewan, seperti sapi, kambing, babi, hingga ayam petelur. Nantinya, hewan-hewan tersebut akan didistribusikan secara merata ke sejumlah kecamatan di Kukar, agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi peternakan setempat sebagai sumber penghidupan baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami merencanakan pengadaan sekitar 230 hingga 270 ekor sapi ras Bali yang akan didatangkan langsung dari Provinsi Bali. Sapi-sapi ini terdiri atas pejantan dan betina, dan akan segera didistribusikan ke beberapa kecamatan di Kukar agar bisa dikembangbiakkan secara baik oleh masyarakat,” ujar Aji Gazali Rahman dalam wawancara di Tenggarong, pada Jumat (07/03/2025).
Selain sapi, program ini juga mencakup pengadaan 200 ekor babi yang akan diperuntukkan kepada peternak di Kecamatan Tenggarong Seberang dan Loa Janan. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mendukung produksi daging babi di tingkat lokal sekaligus memberi dorongan kepada para peternak agar lebih bersemangat mengembangkan usaha mereka.
Tak hanya itu, Distanak Kukar juga akan membagikan ayam petelur, berupa ayam pulet yang sudah siap bertelur, kepada masyarakat kurang mampu di sejumlah desa. Diharapkan, bantuan ini bisa membantu warga miskin mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan telur, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
Aji Gazali Rahman menegaskan bahwa program pengadaan ternak ini disiapkan secara matang agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak positif. Dalam pelaksanaannya, Distanak Kukar akan berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah desa dan kelompok tani di masing-masing kecamatan untuk memastikan bahwa para penerima bantuan memiliki kemampuan dan komitmen dalam mengelola ternak-ternak tersebut secara baik dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga akan mendampingi para penerima. Pelatihan dan pendampingan teknis akan kami siapkan agar mereka memahami cara beternak secara benar dan mampu mengembangkan usaha mereka ke depannya,” tambahnya.
Program ini sendiri direncanakan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2025. Saat ini, Distanak Kukar sedang dalam tahap perencanaan teknis, mulai dari penganggaran hingga memastikan ketersediaan dan kualitas ternak yang akan didatangkan. Dengan adanya program ini, diharapkan sektor peternakan di Kutai Kartanegara semakin berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian perdesaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh kecamatan di Kukar.(wan/ADV/Diskominfo Kukar)






