Kutai Kartanegara — Pantai Tanah Merah yang berlokasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menjadi destinasi wisata favorit masyarakat selama masa libur Lebaran tahun 2025. Dalam kurun waktu hanya empat hari, objek wisata ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp100 juta, angka yang jauh melampaui ekspektasi awal Dinas Pariwisata setempat.
Pencapaian tersebut menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata di daerah pascapandemi COVID-19. Lonjakan kunjungan wisatawan tidak hanya menunjukkan antusiasme masyarakat untuk kembali berwisata, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap keamanan dan kenyamanan destinasi wisata lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Bapak Arianto, menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan sudah terlihat sejak hari pertama masa libur Lebaran.
“Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, kunjungan tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam empat hari saja, pendapatan yang berhasil diraih mencapai Rp100 juta,” ungkap Arianto saat ditemui pada Senin, 21 April 2025.
Arianto menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama sinergis antara pengelola objek wisata, petugas keamanan, serta pelaku UMKM yang turut berperan menjaga kenyamanan pengunjung. Selain itu, cuaca yang cerah selama masa liburan juga menjadi faktor pendukung meningkatnya jumlah wisatawan.
Pantai Tanah Merah dikenal dengan hamparan pasir kecokelatan yang membentang luas serta pemandangan laut yang memukau. Setiap musim liburan, kawasan ini selalu menjadi pilihan utama bagi wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Fasilitas penunjang seperti warung makan, tempat bilas, dan area bermain anak turut menambah daya tarik pantai ini.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Samarinda, Balikpapan, serta daerah sekitar Kutai Kartanegara. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga besar untuk menikmati suasana pantai, bersantai, berenang, dan bermain pasir.
Melihat tren positif tersebut, Arianto menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan fasilitas serta promosi destinasi wisata di daerah.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan di destinasi unggulan agar kunjungan wisatawan tidak hanya meningkat saat musim liburan, tetapi juga di hari-hari biasa,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap sektor pariwisata dapat menjadi penggerak utama ekonomi lokal, terutama dengan melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil yang menggantungkan penghidupannya dari aktivitas wisata. Dengan sinyal kebangkitan pariwisata yang kuat ini, Pantai Tanah Merah diharapkan dapat berkembang menjadi ikon wisata unggulan Kutai Kartanegara di masa mendatang.(wan/adv/Diskominfo Kukar)






