KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata melalui penyelenggaraan Pesta Laut Pesisir Nusantara, sebuah festival budaya maritim yang digelar selama empat hari berturut-turut, mulai tanggal 3 hingga 6 April 2024, di Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan budaya semata, tetapi juga sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memajukan wilayah pesisir melalui pemanfaatan potensi kelautan dan kearifan lokal. Pesta Laut ini dirancang sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus sebagai katalisator tumbuhnya sektor ekonomi kreatif (ekraf) dan pariwisata bahari yang berbasis masyarakat.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa festival ini menempatkan seni pertunjukan sebagai salah satu subsektor unggulan yang mampu menggerakkan sektor-sektor kreatif lainnya seperti kuliner tradisional, kriya, serta berbagai produk ekraf berbasis bahan alam lokal.
“Melalui Pesta Laut Pesisir Nusantara, kami ingin menjadikan seni pertunjukan sebagai daya tarik utama yang akan menggeliatkan subsektor ekonomi kreatif lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal,” ujar Sunggono saat dikonfirmasi di Tenggarong, Kamis (3/4/2025).
Lebih dari sekadar atraksi budaya, Pesta Laut ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap hubungan historis dan emosional masyarakat pesisir dengan laut. Bagi masyarakat Kukar, laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan utama, khususnya bagi para nelayan, tetapi juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas sebagai masyarakat maritim yang kaya tradisi dan kearifan lokal.
“Laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang hidup yang sarat makna budaya dan spiritual. Melalui laut pula, kita melihat peluang besar untuk pengembangan pariwisata bahari dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam festival ini, masyarakat dan pengunjung tidak hanya disuguhi dengan beragam pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, tetapi juga dapat menikmati berbagai produk kreatif unggulan daerah, mulai dari kuliner khas pesisir, kerajinan tangan, hingga inovasi produk berbasis kelautan. Hal ini sekaligus menjadi ajang promosi potensi daerah yang dapat mendorong Kutai Kartanegara menjadi sentra ekonomi kreatif berbasis maritim di wilayah Kalimantan Timur.
Namun demikian, Sunggono mengingatkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata dan ekraf tidak cukup hanya dengan menggelar event-event berskala besar. Diperlukan sinergi yang kuat antarstakeholder, termasuk masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, untuk menjaga kelestarian laut dan mendukung keberlangsungan usaha mikro dan kecil di sektor kelautan dan perikanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir Kukar untuk bersama-sama menjaga ekosistem laut, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor maritim dan ekonomi kreatif. Keberlanjutan adalah kunci dari semua ini,” tegasnya.
Pesta Laut Pesisir Nusantara bukan hanya menjadi ajang tahunan yang dinantikan masyarakat, tetapi juga merupakan momentum penting untuk memperkuat solidaritas antarwarga pesisir, membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kelestarian laut, serta membuka jalan bagi pengembangan pariwisata bahari yang inklusif dan berbasis masyarakat
Dengan semangat kolaboratif dan keberpihakan pada potensi lokal, Pemkab Kukar berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola kekayaan maritim secara berkelanjutan dan berdaya saing.(wan/Adv/Diskominfo Kukar)






