TENGGARONG – Pengelolaan peternakan sapi di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), hasil kerja sama Pemkab Kukar dan PT Usaha Bijak Borneo sejak 1 Agustus 2022, hingga kini belum menunjukkan peningkatan signifikan. Terutama dalam aspek pemeliharaan dan pertambahan populasi sapi.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanak) Kukar, Aji Gazali Rahman, salah satu penyebab utama stagnannya pertumbuhan ternak adalah metode pemeliharaan umbar.
“Sistem umbar memang memberi keleluasaan pergerakan ternak. Namun, dalam hal peningkatan produktivitas dan pengawasan kesehatan, metode ini menjadi kendala. Sapi sulit dikontrol soal pakan, kesehatan, dan reproduksi,” ujarnya, Jumat (07/03/2025).
Selain itu, kurangnya infrastruktur, seperti kandang dan pengelolaan pakan, turut memperlambat pertumbuhan populasi sapi di desa tersebut.
Sebagai solusi, Pemkab Kukar dan PT Usaha Bijak Borneo berkomitmen memperbaiki pengelolaan peternakan lewat peningkatan infrastruktur, pembenahan manajemen pakan, serta memperketat pengawasan kesehatan ternak secara berkala.
“Ke depan, kami ingin melibatkan lebih banyak pihak, baik pemerintah daerah, perusahaan, maupun peternak lokal, agar pengelolaan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Wahyudi, salah satu peternak di Desa Lebaho Ulaq, menyambut baik rencana pembenahan ini dan berharap program benar-benar terealisasi.
“Kami sangat mendukung adanya perbaikan. Jika pemerintah dan perusahaan bisa memberi bantuan lebih banyak dalam infrastruktur dan pelatihan, pasti akan sangat membantu kami sebagai peternak,” kata Wahyudi.
Dengan adanya perbaikan dan dukungan dari semua pihak, diharapkan sektor peternakan di Desa Lebaho Ulaq bisa berkembang lebih baik, baik dari segi jumlah populasi ternak maupun kesejahteraan para peternaknya.(wan/ADV/Diskominfo Kukar)






